BIMTEK INOVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM UNTUK DAYA SAING PASAR 2025
UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa lebih dari 99% unit usaha di Indonesia merupakan UMKM yang menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan akses pasar, minimnya inovasi produk, kurangnya pemahaman tren pasar, hingga ketergantungan pada satu jenis produk. Padahal, kebutuhan konsumen yang terus berubah menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi agar tetap relevan dan diminati.
Melalui BIMTEK ini, pelaku UMKM akan didorong untuk mengembangkan kreativitas, menciptakan produk baru atau memodifikasi produk lama agar memiliki nilai jual lebih tinggi dan sesuai dengan kebutuhan pasar. Inovasi tidak selalu berarti menciptakan sesuatu yang benar-benar baru, tetapi juga bisa berupa peningkatan kualitas, kemasan, teknologi produksi, hingga pemanfaatan bahan baku lokal yang unik dan berdaya saing.
Diversifikasi produk, di sisi lain, merupakan strategi penting untuk mengurangi risiko bisnis. Dengan memiliki lebih dari satu jenis produk atau varian, UMKM dapat menjangkau segmen pasar yang lebih luas, meningkatkan potensi penjualan, dan memperkuat ketahanan usaha saat permintaan salah satu produk menurun.
Tujuan BIMTEK
- Meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pentingnya inovasi dan diversifikasi produk dalam menghadapi perubahan pasar.
- Mendorong pelaku UMKM untuk mengembangkan produk berbasis kebutuhan konsumen dan tren pasar.
- Membekali peserta dengan strategi praktis dalam menciptakan inovasi dan diversifikasi produk yang aplikatif dan berkelanjutan.
- Menyiapkan UMKM agar mampu bersaing di pasar lokal, nasional, bahkan global melalui produk yang unggul dan inovatif.
Program ini menyasar UMKM dari berbagai sektor, termasuk kuliner, fesyen, kerajinan, pertanian olahan, dan industri kreatif. Diharapkan setelah mengikuti BIMTEK, peserta mampu:
- Menghasilkan minimal satu inovasi atau diversifikasi produk dalam waktu 3 bulan pasca pelatihan.
- Menyusun rencana pengembangan produk jangka menengah.
- Meningkatkan daya saing produk mereka di pasar lokal maupun ekspor.
BIMTEK “Inovasi dan Diversifikasi Produk UMKM untuk Daya Saing Pasar 2025” adalah bagian dari upaya pemerintah dalam mewujudkan UMKM yang tangguh, adaptif, dan visioner di tengah dinamika pasar global. Dengan inovasi sebagai kunci dan diversifikasi sebagai strategi, UMKM Indonesia diharapkan mampu naik kelas dan menjadi pelaku ekonomi yang tidak hanya bertahan, tetapi juga mendominasi pasar dalam dan luar negeri
Bimbingan Teknis (BIMTEK) bertajuk “Inovasi dan Diversifikasi Produk UMKM untuk Daya Saing Pasar 2025” merupakan program strategis yang dirancang untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu berinovasi dan melakukan diversifikasi produk secara efektif guna meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun internasional. Dalam era persaingan global yang semakin ketat, UMKM dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh melalui penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan, salah satunya melalui inovasi dan diversifikasi.
Materi BIMTEK
- Pengenalan Konsep Inovasi dan Diversifikasi
Peserta akan diperkenalkan dengan definisi, manfaat, dan contoh konkret inovasi dan diversifikasi produk dalam konteks UMKM. Materi ini membahas perbedaan antara inovasi produk, inovasi proses, dan inovasi pemasaran, serta bagaimana semuanya saling berkaitan dalam membentuk keunggulan kompetitif.
- Studi Pasar dan Tren Konsumen 2025
Dalam sesi ini, peserta diajak untuk memahami pentingnya riset pasar sebagai dasar inovasi. Ditekankan pula tren konsumen tahun 2025, termasuk preferensi terhadap produk ramah lingkungan, digitalisasi, dan personalisasi produk.
- Teknik dan Strategi Diversifikasi Produk
Peserta akan belajar berbagai teknik diversifikasi, seperti diversifikasi horizontal (produk baru tapi sejenis), vertikal (pengembangan nilai produk), dan lateral (produk di luar lini utama). Dilengkapi dengan contoh dari UMKM sukses yang telah menerapkan strategi ini.
- Workshop Pengembangan Ide Produk
Sesi praktikal ini memungkinkan peserta mengembangkan ide-ide baru berdasarkan analisis SWOT usaha masing-masing. Peserta akan membuat prototipe produk, mengidentifikasi nilai unik, dan merancang rencana pengembangan produk baru.
- Kemasan dan Branding Inovatif
Selain isi produk, tampilan luar seperti kemasan dan citra merek juga sangat menentukan daya tarik di mata konsumen. Sesi ini membahas pentingnya desain kemasan, storytelling produk, serta strategi branding yang bisa diakses oleh UMKM.
- Digitalisasi Produk dan Pemasaran
Inovasi tidak lepas dari pemanfaatan teknologi digital. Peserta akan diperkenalkan dengan cara mendigitalisasi produk, baik melalui e-commerce, media sosial, maupun pemasaran berbasis konten. Penekanan juga diberikan pada penggunaan teknologi sederhana yang sesuai dengan kapasitas UMKM.
- Sesi Konsultasi dan Pendampingan
Di akhir BIMTEK, peserta diberi kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan para ahli dan praktisi. Sesi ini dirancang agar peserta mendapatkan solusi konkrit atas tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan produk.
Untuk itu pejabat instansi Pemerintah Baik Gubernur, Bupati, Walikota, maupun lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) haruslah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang optimal mengenai Opsi di atas untuk itu kami dari MITRA MANAJEMEN DAERAH SKT KEMENDAGRI DITJEN POLPUM : 1104-00-00/014/III/2024 mengharapkan keikutsertaan Pemerintah Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota, Sekretariat Daerah) serta SKPD terkait untuk mengikuti BIMTEK INOVASI DAN DIVERSIFIKASI PRODUK UMKM UNTUK DAYA SAING PASAR 2025