Bimtek Mekanisme Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025
Dengan Hormat,
Air merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan manusia sehari-hari, oleh karena itu penyediaan air bersih bagi penduduk kota maupun pedesaan mutlak diperlukan. kebutuhan air baku sebagai sumber air bersih penduduk dapat berasal dari air sumur (dangkal maupun sumur dalam), mata air ataupun sungai serta dari perusahaan daerah air minum (PDAM).
Bimtek Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih. Air bersih dan sanitası layak adalah kebutuhan dasar manusia. Salah satu poin dalam tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs) pada sektor lingkungan hidup adalah memastikan masyarakat mencapai akses universal air bersih dan sanitasi
Sanitasi adalah serangkaian praktik yang bertujuan untuk memastikan kondisi lingkungan yang bersih, sehat, dan aman bagi individu dan masyarakat. Ini melibatkan tindakan seperti pengelolaan limbah, penyediaan akses terhadap air bersih, kebersihan pribadi, dan upaya untuk mencegah penyebaran penyakit melalui pemeliharaan kebersihan yang baik.
Air bersih adalah salah satu jenis sumber daya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehan-han termasuk diantaranya adalah sanitasi
Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwama, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100°C, banyak zat berbahaya, terutama logam, tidak dapat dihilangkan dengan cara ini,
Mekanisme Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih
- Perencanaan
- Pengumpulan Data dan Analisis
- Infrastruktur Sanitasi dan Air Bersih
- Pembiayaan
- Pengelolaan Operasional
- Pendidikan dan Sosialisasi
- Monitoring dan Evaluasi

Bimtek Mekanisme Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025
Tujuan Sanitasi
Melindungi kesehatan manusia dengan menyediakan lingkungan yang bersih yang akan menghentikan penularan penyakit, terutama melalui jalur fekal-oral. Diare, sebagai salah satu penyebab utama malnutrisi dan hambatan pertumbuhan pada anak, dapat dikurangi melalui sanitasi yang memadai.
Sekjen PBB menetapkan 27 Panel Tingkat Tinggi pada bulan Juli 2012. Panel Tingkat Tinggi merupakan kemitraan global yang bertujuan untuk memberantas kemiskinan dan mengubah perekonomian melalui pembangunan berkelanjutan.Fokus utama ada pada ketersediaan pangan, air bersih, dan energi yang merupakan dasar dari kehidupan.
Perubahan yang paling penting dalam konsumsi berkelanjutan dan produksi akan didorong oleh teknologi, inovasi, desain produk, pedoman kebijakan yang terperinci, pendidikan, dan perubahan perilaku. Panel mengusulkan dua belas Universal Goals dan Nasional Target. Target tersebut menyerukan pada negara-negara untuk “Mencapai universal akses dalam sektor air minum dan sanitasi” yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030
Kesimpulan
Pengelolaan sanitasi dan air bersih yang efektif membutuhkan perencanaan matang, infrastruktur yang memadai, pembiayaan berkelanjutan, serta partisipasi aktif dari masyarakat dan pemangku kepentingan. Dengan menerapkan mekanisme yang tepat, diharapkan sanitasi dan air bersih dapat dikelola secara efisien, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Untuk itu pejabat instansi Pemerintah Baik Gubernur, Bupati, Walikota, maupun lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) haruslah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang optimal mengenai Opsi di atas untuk itu kami dari MITRA MANAJEMEN DAERAH SKT KEMENDAGRI DITJEN POLPUM : 1104-00-00/014/III/2024 mengharapkan keikutsertaan Pemerintah Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota, Sekretariat Daerah) serta SKPD terkait untuk mengikuti Bimtek Mekanisme Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih 2025