Bimtek GIS

BIMTEK PEMETAAN WILAYAH MENGGUNAKAN ALAT GNSS GEODETIK DAN NAVIGASI 2025

BIMTEK PEMETAAN WILAYAH MENGGUNAKAN ALAT GNSS GEODETIK DAN NAVIGASI 2025

BIMTEK PEMETAAN WILAYAH MENGGUNAKAN ALAT GNSS GEODETIK DAN NAVIGASI 2025

Dalam era digital dan perkembangan teknologi informasi yang pesat saat ini, pemetaan wilayah menjadi kegiatan yang sangat penting dalam berbagai sektor, mulai dari tata ruang, pertanahan, pembangunan infrastruktur, hingga mitigasi bencana. Untuk menjawab kebutuhan akan data spasial yang akurat, cepat, dan efisien, teknologi pemetaan berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS) menjadi pilihan utama. Seiring dengan itu, pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) tentang pemanfaatan alat GNSS geodetik dan navigasi menjadi sangat krusial.

GNSS (Global Navigation Satellite System) adalah sistem navigasi satelit global yang mencakup berbagai konstelasi satelit seperti GPS (Amerika Serikat), GLONASS (Rusia), Galileo (Uni Eropa), dan BeiDou (Tiongkok). Alat GNSS geodetik mampu menerima sinyal dari lebih dari satu sistem satelit, sehingga memberikan akurasi dan ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan alat GPS konvensional.

Alat GNSS geodetik berbeda dengan perangkat navigasi biasa karena mampu mengukur posisi dengan tingkat akurasi centimeter, bahkan milimeter, yang sangat penting dalam kegiatan survei dan pemetaan profesional. Dengan demikian, pelatihan penggunaan alat ini memerlukan pemahaman teoritis serta keterampilan teknis yang mendalam.

TUJUAN BIMTEK PEMETAAN WILAYAH MENGGUNAKAN ALAT GNSS GEODETIK DAN NAVIGASI 2025

Bimbingan teknis atau Bimtek pemetaan wilayah menggunakan GNSS geodetik dan navigasi bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para peserta, baik dari kalangan pemerintah, swasta, maupun akademisi. Beberapa tujuan spesifik dari bimtek ini antara lain:

  1. Meningkatkan pemahaman konsep dasar GNSS: Peserta diharapkan memahami prinsip kerja sistem navigasi satelit, jenis-jenis sistem GNSS, serta metode perhitungan posisi.
  2. Melatih keterampilan operasional alat GNSS geodetik: Peserta diajarkan cara mengoperasikan receiver GNSS, melakukan pengamatan, dan mengatur konfigurasi pengukuran.
  3. Mengenalkan metode pemetaan modern: Pelatihan ini juga mencakup teknik pemetaan dengan metode Real Time Kinematic (RTK), Post-Processing Kinematic (PPK), dan Static.
  4. Meningkatkan kualitas data spasial: Dengan pelatihan ini, peserta mampu menghasilkan data geospasial yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
  5. Mendorong pemanfaatan teknologi dalam perencanaan wilayah: Dengan pemahaman alat GNSS, instansi dapat meningkatkan efisiensi dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan berbasis data spasial.

Bimtek pemetaan wilayah menggunakan alat GNSS geodetik dan navigasi merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan nasional yang berbasis data. Melalui pelatihan ini, sumber daya manusia dapat ditingkatkan kompetensinya dalam menghasilkan data spasial yang akurat dan andal. Dengan pemanfaatan teknologi GNSS, Indonesia dapat mempercepat proses pemetaan wilayah secara menyeluruh, yang pada akhirnya mendukung pengelolaan sumber daya alam, tata ruang, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Materi yang Diajarkan dalam BIMTEK PEMETAAN WILAYAH MENGGUNAKAN ALAT GNSS GEODETIK DAN NAVIGASI 2025

Pelatihan GNSS biasanya disusun dalam beberapa sesi, mencakup teori dasar, praktik lapangan, dan pengolahan data. Adapun materi yang umumnya disampaikan dalam bimtek ini meliputi:

  1. Pengantar Geodesi dan Sistem Koordinat: Memahami konsep ellipsoid, datum geodetik, dan sistem koordinat UTM serta geodetik.
  2. Dasar-dasar GNSS: Mengenal teknologi GNSS, fungsi satelit, tipe sinyal, serta potensi kesalahan dalam pengukuran.
  3. Jenis dan Fungsi Alat GNSS: Pengenalan berbagai jenis receiver GNSS, antena, dan aksesoris pendukung lainnya.
  4. Metode Survei GNSS: Penjelasan metode RTK, PPK, dan Static, serta kapan dan bagaimana metode tersebut digunakan.
  5. Praktik Lapangan: Penggunaan alat GNSS secara langsung untuk pengukuran titik koordinat, track log, dan pemetaan area.
  6. Pengolahan Data: Penggunaan perangkat lunak untuk mengolah data pengamatan GNSS dan menghasilkan peta digital.
  7. Penerapan dalam Pemetaan Wilayah: Studi kasus pemetaan batas desa, jaringan jalan, irigasi, dan objek-objek penting lainnya.

pemerintah dan lembaga pendidikan dapat bekerjasama menyediakan pelatihan berkala, meningkatkan alokasi dana untuk teknologi pemetaan, serta menjalin kerja sama dengan lembaga riset dan penyedia teknologi GNSS.

Untuk itu pejabat instansi Pemerintah Baik Gubernur, Bupati, Walikota, maupun lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) haruslah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang optimal mengenai Opsi di atas untuk itu kami dari MITRA MANAJEMEN DAERAH SKT KEMENDAGRI DITJEN POLPUM : 1104-00-00/014/III/2024 mengharapkan keikutsertaan Pemerintah Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota, Sekretariat Daerah) serta SKPD terkait untuk mengikuti BIMTEK PEMETAAN WILAYAH MENGGUNAKAN ALAT GNSS GEODETIK DAN NAVIGASI 2025